Minggu, 26 Februari 2017

BIOGRAFI Yeni Fardila (Jheasra. A)

Biografi Jheasra. A - Banyak orang bingung siapa nama sebenarnya,  profil atau biografi singkat Jheasra. A. Dia adalah seorang penulis blog yang beberapa tulisannya sangat menyentuh karena bahasanya yang sederhana dan santun dan cerita yang diangkat adalah merupakan aksi dari perjalanannya sebagai pendengar keluhan bagi perempuan dan anak-anak ataupun kesensitifannya terhadap lingkungan sekitar, beliau juga pernah mengajar di beberapa sekolah baik itu tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama, bahkan sampai Sekolah Menengah Atas. Dialah Yeni Fardila, S. Pd. dilahirkan di kota Padang Sumatera Barat, pada tanggal 7 Desember 1992. Dalam tulisan dan sajaknya, beliau kerap menggunakan nama Jheasra. A atau White Rhyme yang berarti sajak putih. Akrab dipanggil Jeje, beliau adalah bungsu dari  empat bersaudara, pasangan Suwirman Asra (alm) dan Suwarni. Belum pernah menikah, beliau dijuluki sebagai srikandi, pemimpi yang arif oleh rekan-rekannya.

Selain daripada menulis Jeje punya kegemaran membaca, traveling, bernyanyi, dan fotografi. Hal itu terbukti dari banyaknya foto-foto perjalanan yang di update di akun instagram miliknya  /https://www.instagram.com/asianfadla/

Tak hanya itu, ia juga aktif dalam berbisnis online dan mendesign fashion, ia menyadari bahwa penampilan adalah karakter seseorang, akan tetapi dalam setiap penampilan juga sangat perlu memperhatikan tempat, rekan, waktu, dan suasana sehingganya terlihat sesuai dan pantas.

Merasa ingin terus belajar memahami diri sendiri dan mengetahui banyak hal, Jeje juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, kecintaannya pada negara Indonesia membuatnya disiplin mengatur langkah dalam menjaga identitasnya sebagai perempuan Indonesia, ia juga senang pada budaya, dibuktikan dengan panggilan para keponakannya yang menyebutnya dengan "etek" yang berarti tante. Juga antusiasnya dalam mengetahui seluk-beluk budaya yang ada di Indonesia. Karakternya yang arif membawanya masuk ke dalam sebuah organisasi bertajuk Trisakti Bela Bangsa "Banteng Indonesia" sejak Maret tahun 2015 sebagai Wakil Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Batam-KEPRI. Seiring berjalannya waktu kemudian ia menyusul keluarganya ke Jakarta. Pada Agustus 2016 kemudian beliau diberi amanah untuk menjabat sebagai sekretaris jendral bagi anak organisasi Banteng Indonesia, yakni Gerakan Muda Banteng Indonesia (GEMA Banteng Indonesia) dan dipercaya melantik rekan-rekannya pada Kongres I Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa Banteng Indonesia di Palembang pada Rabu, 14 Desember 2016.

Riwayat Pendidikan:
  • 2004 Lulus dari SDN 53 Kuranji Padang
  • 2007 Lulus dari SMPN 28 Padang
  • 2007-2008 di SMK-SMEA NASIONAL Padang
  • 2010 Lulus dari SMK KARTIKA 1-2 Padang
  • 2014 Lulus dari Universitas Negeri Padang
 Riwayat Provesi:
  • 1998-sekarang Owner Muesli Ibu Warni di Jakarta dan Padang
  • 2005-sekarang Penulis
  • 2013 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia Muda di SMPN 31 Padang
  • 2013 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia Muda di SMP TRI ABDI PEMBANGUNAN Padang
  • 2014-2016 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Mondial Batam
  • 2014-2015 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia dan Seluruh Mata Pelajaran Inti di LBB Q n A Batam
  • 2014-2016 Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di PRIMAGAMA Nagoya Batam
  • 2015-2016 Wakil Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Banteng Indonesia di Batam
  • 2016-sekarang Sekretaris Jendral Gerakan Muda Banteng Indonesia di Jakarta
  • 2016-sekarang Owner Jjeshra_collection di Jakarta


Masuk UNP (Universitas Negeri Padang)
Karena kecerdasan dan kekritisanya, Setelah tamat dari Sekolah Menengah Kejuruan di Padang dengan jurusan akuntansi tahun 2010, beliau masuk di UNP (Universitas Negeri Padang) jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ia tidak pernah menyangka bahwa mimpinya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menjadi kenyataan. Sepeninggal almarhum ayahanda tercinta, kehidupannya dan keluarga terbilang pas-pasan. Ia meyakini hatinya bahwa barangkali dirinya tidak seberuntung mimpinya, akan tetapi bismillah dan nawaitu yang baik akan mengantarkannya pada hasil yang memuaskan. Ia akhirnya dapat menyelesaikan study sebagai sarjana selama 3 tahun 7 bulan. Meskipun demikian Jeje rupanya masih tidak puas dengan hasilnya. Tetapi selama itu pula ia telah banyak bersyukur, pada masa itu ia dikenal sebagai aktris teater, Host/MC, penulis blog/media cetak. Khususnya pada teater, ia mula-mula dikenal sebagai Jamila (peran utama naskah drama "Palacur dan Sang Presiden" oleh Ratna Serumpaet), Sumur Tanpa Dasar, dan naskah lainnya, kemudian menjadi pelatih/mentor/sutradara bagi juniornya dalam naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi, Orang Gila di Atas Atap, dan kemudian beberapa naskah lainnya. Pada cerpennya kerap mengangkat cerita bertajuk ayah, ibu, dan rindu. Sedangkan pada sajak ia kerap bertajuk ketulusan. Hingga akhirnya lulus sebagai sarjana pada Maret 2014 lalu.


Foto Jheyuan Yien fad'La.
Jeje membaca puisi "Tuhan Jatuh Cinta Ini Maha Nikmatnya"
 karya Hassanuddin WS

Foto Jheyuan Yien fad'La. 
Jeje dan Ridho sebagai Sutradara dalam Drama "Penjual Bendera"
menerima penghargaan dan apresiasi

Foto Jheyuan Yien fad'La.
 
Jeje dalam peranan Jamila dalam "Pelacur dang Sang Presiden"
bersama Jaelani yang diperanjan oleh Irwandi
Ibu sipir oleh Dharma Julia Permata Sari
dan Polisi oleh Devinaldi

Foto Jheyuan Yien fad'La. 
Jeje dalam peranan Jamila dalam "Pelacur dang Sang Presiden"
bersama sutradara dan para asisten sutradara
Zulian Ade Putra, Desi Permata Guri, dan Reza Suhanda

Foto Jheyuan Yien fad'La. 
Jeje dalam peranan Marjuki bersama Fitrianda


Sebagian Karya beliau dalam artikel-cerpen-cerbung-sajak :

Bertajuk Pandangan (artikel/pandangan):  
  • Perempuan Jangan Berucap atau Menulis Apapun dalam Kekacauan (artikel/pandangan)
  • Mengukur Kemampuan (artikel/pandangan)
  • Perempuan dan Logika Cinta (artikel/pandangan)
  • Tak Ada Cinta pada Pandangan Pertama (artikel/pandangan)
  • Jauhilah Diri dari Kebiasaan Terobsesi atau Ingin yang Berlebihan (artikel/pandangan)

Bertajuk sekisah (cerpen-cerbung):
  • Duduklah
  • Aduh Kakiku Kejepit Pintu
  • Cinta Padamu Negeri
  • Demokratis bukan Mendemokrasikan
  • Rosedalle
  • Rinai
  • Toleransi
  • Ku Tenggelamkan Harapan
  • Hujan
  • Ibu, di Kota Ini
  • Pesta
  • Petang di Sebuah Taman
  • gadih NUR
  • Ospekers
  • Ujian Banget 
  • Jakarta Romansa, Kasih tak Sampai
  •  
Bertajuk White Rhyme (puisi-sajak):
  • Bohong Lagi
  • Kau Pergi Tak Ku Ingat
  • Puji Syukurku
  • Bangkitlah Kawan
  • Ayah
  • Cintaku Hanya Senyuman
  • Negeri Kita Merdeka
  • Tetesan Suci Sesak Batinku
  • Menopengi Kau
  • Alam
  • C.ku
  • Tikus-Tikus Rakus
  • Dimana
  • Pekik Tak Bergema
  • Tanya
  • Melanglang Waktu
  • Sajak Rindu di Bawah Pelangi Itu
  • Cahaya Harapan
  • Optimislah
  • Guratan Luka
  • Gores
  • Senja
  • Jantungku
  • Darah Jernih dari Luka yang Tersenyum
  • Rindu Ramadhan 
  • Jakarta Romansa, Kasih tak Sampai

Dan suatu ketika, bila aku harus menyerah pada takdir dan membiarkan tubuhku ikut bersamanya, maka ziarahilah pesan-pesanku dalam kehidupan beribu-ribu tahun di kemudian waktu. (yenifardila_WR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar