PEREMPUAN, Jauhilah diri dari kebiasaan Terobsesi atau Ingin yang Berlebihan. Tidak sedikit orang yang terobsesi pada perasaan ingin memiliki, tidak terkecuali perempuan. Perasaan ingin memiliki yang berlebihan juga dapat membuatmu melakukan tindakan-tindakan yang kadangkala tidak masuk akal.
TEROBSESI PADA MATERI
Ingin memiliki barang yang barangkali mahal harganya, sehingga dapat
membuatmu melakukan hal-hal yang menyimpang demi menebus keinginan
tersebut. Miris bukan? lebih mengerikan lagi, pendapat akan hal
sedemikian bagi sebagian orang baik lelaki atau bahkan perempuan
terhadap orang-orang yang melakukannya. Atau, kabar baiknya barangkali
pada seseorang yang dianggap bisa memberikanmu kebahagiaan, yang membuatmu
terobsesi adalah sebuah pernikahan yang dapat membuatmu merasa dicukupi.
Saya yakin, di antara kalian pernah mendengar kalimat sejenis ini dari seorang teman cowo'
"namanya juga perempuan, siapa sih yang menolak uang?!?"
"ah, dibujuk saja dengan tas baru"
"dia tidak apa ditinggal, asalkan terus menerima transferan"
"yang penting adil dalam pembagian transferan"
pertanyaannya "Benarkah demikian?"
Perempuan,dalam keadaan perasaan dan pikiran yang teratur, apakah kamu dapat menerima kalimat-kalimat tersebut dengan tidak peduli begitu saja? Tidak sedikit pula loh perempuan yang rela menikah, menghabiskan masa hidupnya tanpa cinta, dan rela kesepian asalkan hidupnya tercukupi, tetapi banyak pula yang menyesali hidupnya. Jadi, pikirkan! "perempuan tidak dapat di hargakan bandrol tergantung bagaimana kamu menghargai diri kamu sendiri".
TEROBSESI PADA SESEORANG
Terobsesi tidak hanya tertuju pada barang atau benda saja, rasa ingin
yang berlebihan juga dapat mengantarkanmu menjadi seseorang yang tidak sopan bahkan bisa jadi menjadi sangar
dalam tindakan. Pada saat ingin memiliki seseorang sebaiknya dikendalikan, namun jika tidak maka bisa saja yang kamu lakukan adalah merebutnya dari
seseorang yang telah bersamanya lebih dulu. Atau, tidak pernah merasa
terpaksa (nyaman saja) untuk bersikap agresif yang kadangkala
merendahkan diri sendiri. Obsesi yang tidak dapat diatur akan menimbulkan kejahilan, entah itu berupa fitnah atau upaya meyakinkan yang berlebihkan supaya dapat terus menjadi sorotan. Entah sorotan supaya kamu terkesan paling baik untuknya, atau menyingkirkan dirinya dari pikiran-pikiran orang lain yang menjadikan "dia" terlihat baik, tentu supaya saingan berkurang.
Hati-hati, dalam perjuanganmu yang berlebihan itu akan ada beberapa orang menilai;
"kamu adalah perempuan yang suka membicarakan keburukan orang lain" dan lebih parah bila
"kamu adalah perempuan yang jahat dibalik sikapmu yang terlihat bersahabat" "
lebih singkat lagi "kamu sehat?"
Pikirkan lagi, "Bersikap baiklah pada seseorang seperti yang kamu inginkan dari sikap seseorang terhadapmu"
TEROBSESI PADA JABATAN
"Untuk apa kamu bekerja?"
Bagi sebagian orang, pertanyaan bernada pernyataan tersebut dapat dijadikan alasan untuk meraih obsesinya. Tidak masalah, selama cara untuk mendapatkannya baik. "Semoga kita tidak termasuk orang yang tega menjatuhkan orang lain atau menghalalkan segala cara demi menebus obsesi yang tidak dapat dikendalikan".
Jheasra. A
Jakarta, 27/12/2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar